Pendidikan Di Persimpangan Saat Pendidikan Gagal Menjadi Kompas
Rp87.600
judul : Pendidikan Di Persimpangan Saat Pendidikan Gagal Menjadi Kompas
penulis : Ferdi Ferdinand
no buku: ISBN
Tahun Terbit : 2025
Description
Pendidikan di Persimpangan: Saat Pendidikan Gagal Menjadi Kompas adalah sebuah refleksi tajam tentang wajah pendidikan Indonesia yang kehilangan arah di tengah pusaran modernitas dan industrialisasi pengetahuan. Ferdi Ferdinand menulis bukan sekadar sebagai pengamat, tetapi sebagai saksi batin terhadap sistem yang semakin menjauh dari esensi kemanusiaan. Buku ini bukan kumpulan teori, melainkan panggilan kesadaran — seruan agar pendidikan kembali menjadi ruang pembebasan, bukan sekadar pabrik pencetak ijazah. Dengan bahasa yang reflektif dan menggugah, penulis mengajak pembaca menelusuri akar krisis pendidikan: bagaimana sekolah berubah menjadi instrumen industri, bagaimana guru dijadikan operator sistem, dan bagaimana murid kehilangan jati dirinya di balik standar dan sertifikat. Ia menyingkap paradoks besar bangsa ini di mana sekolah berdiri megah, tetapi kemampuan berpikir merdeka kian mati. Melalui dialog dengan para pemikir besar seperti Ki Hadjar Dewantara, Paulo Freire, John Dewey, Ivan Illich, hingga Byung-Chul Han, buku ini menghidupkan kembali perdebatan tentang hakikat belajar dan menjadi manusia. Ferdi menunjukkan bahwa krisis pendidikan sejatinya adalah krisis makna saat manusia berhenti bertanya, berhenti merenung, dan hanya mengejar hasil tanpa memahami proses. Pendidikan telah kehilangan roh filosofisnya: dari ruang pencarian menjadi ruang penyeragaman. Namun di balik kritik yang tajam, buku ini memancarkan harapan. Ia menawarkan visi tentang pendidikan yang memerdekakan Pendidikan yang menumbuhkan nalar, empati, dan spiritualitas; yang berakar pada kebudayaan, bukan sekadar kurikulum; yang menghidupkan dialog antara guru dan murid sebagai sesama pencari makna. Di era algoritma dan kecerdasan buatan, penulis menegaskan bahwa tugas utama pendidikan adalah menjaga kemanusiaan agar tidak larut dalam logika mesin. Buku ini bukan hanya bacaan bagi pendidik dan pembuat kebijakan, melainkan cermin bagi siapa pun yang masih percaya bahwa pendidikan adalah tindakan moral dan politik tertinggi manusia jalan untuk memahami diri, sesama, dan kehidupan itu sendiri. Karena di tengah kebisingan dunia yang serba cepat, Ferdi Ferdinand mengingatkan kita dengan lembut namun tegas: “Mungkin kita telah terlalu sibuk mendidik agar patuh, hingga lupa mengajarkan bagaimana menjadi manusia yang berpikir.”
Reviews
There are no reviews yet.