Revitalisasi Pembelajaran: Literasi Sosial Budaya Untuk Penguatan Identitas Bangsa

Rp147.200

Judul : Revitalisasi Pembelajaran: Literasi Sosial Budaya Untuk Penguatan Identitas Bangsa

penulis : Asep Nurjaman

No Buku : ISBN

Tahun Terbit : 2025

Category:

Description

Pembelajaran yang berorientasi pada literasi sosial budaya menjadi pondasi penting dalam membentuk generasi yang memiliki kesadaran identitas kebangsaan yang kuat. Pendidikan tidak hanya dipahami sebagai proses transfer ilmu, tetapi sebagai medium pembentukan karakter dan nilai yang berakar pada budaya bangsa. Melalui pemahaman terhadap simbol, norma, dan tradisi yang hidup dalam masyarakat, peserta didik diarahkan untuk memahami jati diri mereka sebagai bagian dari komunitas nasional yang beragam. Transformasi pendidikan berbasis kearifan lokal kemudian menjadi langkah strategis untuk memperkuat akar kebudayaan di tengah arus globalisasi. Integrasi nilai-nilai lokal dalam pembelajaran menegaskan bahwa pendidikan sejati harus berpihak pada konteks sosial masyarakatnya. Melalui kegiatan yang menggali tradisi, bahasa, dan praktik sosial daerah, peserta didik tidak hanya mengenal budaya, tetapi juga menghayatinya sebagai sumber kebijaksanaan dan identitas diri. Kearifan lokal menjadi ruang dialog antara warisan masa lalu dan kebutuhan masa kini, yang memberi arah bagi pembentukan karakter nasional yang adaptif sekaligus berakar. Perkembangan teknologi digital membawa dimensi baru bagi penguatan literasi sosial budaya. Dunia digital menyediakan ruang yang luas untuk melestarikan dan mengaktualisasikan nilai-nilai budaya melalui berbagai media kreatif. Digitalisasi warisan budaya, penggunaan multimedia, dan pemanfaatan media sosial memungkinkan nilai-nilai lokal menjangkau generasi muda dengan cara yang lebih menarik dan relevan. Namun, di sisi lain, derasnya arus informasi global menuntut kemampuan berpikir kritis agar peserta didik tidak kehilangan arah identitasnya. Oleh karena itu, literasi digital dan literasi budaya perlu berjalan beriringan sebagai bentuk adaptasi terhadap perubahan zaman tanpa kehilangan akar nilai bangsa. Peran guru menjadi sentral dalam menjembatani proses tersebut. Guru tidak hanya berfungsi sebagai pengajar, tetapi juga sebagai agen transformasi nilai dan penjaga kebudayaan di lingkungan pendidikan. Keteladanan guru dalam menghidupkan nilai-nilai budaya di kelas menjadi cerminan konkret bagaimana pendidikan dapat menjadi proses pemanusiaan yang utuh. Sekolah pun bertransformasi menjadi ruang pembudayaan yang menumbuhkan kesadaran kolektif akan pentingnya menjaga dan menghidupi nilai-nilai sosial budaya bangsa. Seluruh upaya tersebut berpuncak pada terwujudnya pendidikan yang berfungsi sebagai sarana penguatan identitas bangsa. Literasi sosial budaya tidak hanya membentuk individu yang cerdas secara intelektual, tetapi juga matang secara emosional, moral, dan sosial.

Reviews

There are no reviews yet.

Be the first to review “Revitalisasi Pembelajaran: Literasi Sosial Budaya Untuk Penguatan Identitas Bangsa”

Your email address will not be published. Required fields are marked *