PENDIDIKAN DI UJUNG JARI

Rp57.800

JUDUL: PENDIDIKAN DI UJUNG JARI

PENULIS: Muhammad Sya’dullah Fauzi 

NO BUKU: ISBN

TAHUN TERBIT : 2026

Kategori:

Deskripsi

Dunia sedang berubah dengan sangat cepat. Informasi kini berada di ujung jari. Kecerdasan buatan (AI) mampu menulis, menggambar, menerjemahkan, bahkan menjawab berbagai persoalan hanya dalam hitungan detik. Teknologi menghadirkan banyak kemudahan yang tidak pernah dibayangkan oleh generasi sebelumnya. Namun di balik semua kemajuan itu, muncul pertanyaan yang jauh lebih penting, yaitu apakah manusia juga ikut bertumbuh? Mengapa di tengah melimpahnya informasi, kemampuan berpikir justru terasa semakin dangkal? Mengapa sekolah masih sibuk mengejar angka, sementara rasa ingin tahu murid perlahan memudar? Mengapa pendidikan sering kali lebih menghargai hasil daripada proses? Dan ketika teknologi mampu mengambil alih banyak pekerjaan intelektual, apa yang sebenarnya masih harus diajarkan oleh sekolah? Buku Pendidikan di Ujung Jari lahir dari kegelisahan-kegelisahan tersebut. Buku ini bukan buku akademis yang dipenuhi istilah teknis dan teori yang rumit. Buku ini juga bukan buku keagamaan yang mengajak pembaca melihat persoalan hanya dari satu sudut pandang tertentu. Buku ini adalah kumpulan esai reflektif yang mengajak pembaca berdialog tentang perubahan zaman, tantangan pendidikan, dan masa depan manusia di era digital. Melalui bahasa yang ringan dan dekat dengan kehidupan sehari-hari, penulis mengajak pembaca menelusuri berbagai persoalan pendidikan, mulai dari budaya nilai yang berlebihan, ketimpangan kualitas sekolah, pergantian kurikulum yang tak kunjung menyentuh akar masalah, kesejahteraan dan kualitas guru, hingga kecenderungan pendidikan yang semakin diarahkan semata-mata untuk memenuhi kebutuhan industri. Buku ini juga membahas tantangan baru yang dibawa oleh kecerdasan buatan (AI). Alih-alih memandang AI sebagai musuh, penulis mengajak pembaca untuk berdamai dengannya, sekaligus menyadari bahwa ancaman terbesar bukanlah teknologi itu sendiri, melainkan ketika manusia kehilangan kemampuan berpikir, kehilangan karakter, dan kehilangan makna hidup. Pada akhirnya, buku ini ingin mengingatkan bahwa pendidikan tidak boleh berhenti pada upaya menciptakan manusia yang sekadar pintar dan siap kerja. Pendidikan harus mampu melahirkan manusia yang berkarakter, mampu berpikir kritis, memiliki empati, dan tetap menemukan kemanusiaannya di tengah dunia yang semakin digital. Karena mungkin tantangan terbesar pendidikan hari ini bukanlah bagaimana membuat manusia mampu menggunakan teknologi, melainkan bagaimana memastikan bahwa di tengah dunia yang sudah berada di ujung jari, manusia tetap mampu menjadi manusia.

Ulasan

Belum ada ulasan.

Jadilah yang pertama memberikan ulasan “PENDIDIKAN DI UJUNG JARI”

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *