SINERGI LAYANAN KONSELING: Menavigasi Keluarga, Pendidikan, dan Budaya
Rp87.600
JUDUL : SINERGI LAYANAN KONSELING: Menavigasi Keluarga, Pendidikan, dan Budaya
PENULIS : Muhammad Sholeh Marsudi, Pebri Yanasari, Wahyudi, Abi Apriyadi, Nurviyanti Cholid, Bohhori
NO BUKU : ISBN
TAHUN TERBIT : 2026
Deskripsi
Buku berjudul ""SINERGI LAYANAN KONSELING: Menavigasi Keluarga, Pendidikan, dan Budaya"" merupakan sebuah panduan komprehensif yang mengeksplorasi integrasi berbagai dimensi layanan konseling dalam konteks masyarakat Indonesia yang majemuk. Buku ini disusun oleh tim penulis yang terdiri dari Bohhori, Pebri Yanasari, Wahyudi, Abi Apriyadi, Nurviyanti Cholid, dan Muhammad Sholeh Marsudi, dengan editor Eva Harista.
Berikut adalah sinopsis mendalam dari buku tersebut:
Inti dan Tujuan Utama
Buku ini hadir untuk memenuhi kebutuhan akan referensi yang mengolaborasikan teori teoretis dengan strategi praktis dalam mengembangkan layanan bimbingan dan konseling (BK) di berbagai ranah kehidupan, mulai dari lingkup terkecil yaitu keluarga, institusi pendidikan, hingga interaksi lintas budaya. Penulisan ini sangat menekankan pada khazanah ilmu pengetahuan di bidang Bimbingan dan Konseling Islam.
Struktur dan Pembahasan Per Bab
Buku ini dibagi menjadi beberapa bagian utama yang mencakup spektrum luas keterampilan konselor profesional:
• Instrumen Perubahan & Keterampilan Dasar: Pembahasan dimulai dengan seni mendengar aktif dan empati tingkat tinggi sebagai fondasi utama intervensi. Penulis mengulas teknik-teknik microskills seperti attending, paraphrasing, clarifying, dan summarizing yang disesuaikan dengan nilai budaya timur dan etika kesantunan.
• Tahapan Konseling Individu: Menjelaskan alur sistematis proses konseling perorangan di Indonesia, mulai dari pembangunan hubungan (rapport building), eksplorasi masalah, hingga tahap terminasi dan tindak lanjut. Bagian ini juga menekankan pentingnya navigasi tujuan hidup bagi klien.
• BK Anak dan Remaja: Mengupas urgensi layanan BK pada fase emas pertumbuhan manusia. Fokusnya meliputi pembentukan fondasi emosional pada anak serta navigasi krisis identitas pada remaja, dengan pendekatan khusus seperti Play Therapy dan Art Therapy.
• BK Pendidikan (Belajar untuk Hidup): Menempatkan konselor sebagai arsitek kesejahteraan psikologis (well-being) di ekosistem sekolah. Peran guru BK diperluas sebagai fasilitator eksistensial dan agen integrasi antara kesehatan mental dengan performa akademik.
• Konseling Keluarga dan Pranikah: Membedah persiapan psikologis sebelum menikah, manajemen ekspektasi, serta resolusi konflik suami-istri melalui ""Komunikasi Profetik"". Penulis juga memberikan panduan pola asuh sehat (parenting) di era digital untuk memutus rantai trauma antargenerasi.
• Perspektif Multikultural: Sebagai bagian penutup yang krusial, buku ini membahas kompetensi konselor dalam menghadapi keberagaman budaya di Indonesia. Di sini diulas mengenai pentingnya mengintegrasikan kearifan lokal (indigenous wisdom) seperti konsep sabar dan ikhlas ke dalam praktik konseling formal.
Keunggulan Buku
Buku ini tidak hanya mengadopsi teori-teori Barat, tetapi melakukan dekolonisasi ilmu konseling dengan menyesuaikan teknik-teknik bantuan terhadap kearifan lokal dan nilai-nilai religiusitas masyarakat Indonesia. Hal ini menjadikannya sumber belajar yang inspiratif bagi mahasiswa, akademisi, maupun praktisi profesional di bidang bimbingan dan konseling.
Ulasan
Belum ada ulasan.